Manggungjaya Tandang Makalangan

Berani bersaing dan siap menghadapi globalisasi tanpa harus kehilangan identitas sebagai masyarakat yang berbudaya

Wilujeng Sumping di Manggungjaya

Menerima siapapun anda. Tanpa membedakan agama, suku atau tempat asal. Kami menjunjung tinggi harmonisasi keberagaman

Energi Untuk Sinergy

Ketika perbedaan nyatu tanpa membedakan warna pribadi, akan menghasilkan keindahan untuk keberlangsungan semesta.

Ulah Ngala Lamun Teu Melak. Nuar sahiji, melak 10

Pembagungan yang arif, adalah yang berpihak pada lingkungan. Seberapa cepatpun pembangunan, akan terasa indah bila harmonis dengan alam.

Rawu ku Ramo, Ulah ku Siku

Masyarakat Manggungjaya siap menggenggam dunia

Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2014

PROFIL DESA MANGGUNGJAYA

Desa Manggungjaya adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang Propinsi Jawa Barat. Desa Agraris diutara Karawang, penghasil padi dan ikan air tawar.

Di Desa Manggungjaya terdapat sebuah komplek pemakaman Bupati Karawang terdahulu, diantaranya adalah:
  1. Makam Adipati Singaperbangsa atau masyarakat sekitar menyebutnya Mbah Dalem Singaperbangsa. Singaperbangsa adalah Bupati Pertama Karawang, beliau bergelar Adipati Kertabumi IV. Gelar tersebut diperoleh dari Galuh Kertabumi Ciamis. Singaperbangsa adalah putra dari Wiraperbangsa (Kertabumi III) Bin Raden Tumenggung Adipati Dimuntur (Kertabumi II) Bin Prabu Geusan Ulun Sumedang Larang. Raden Tumenggung Adipati Dimuntur Menikahi Putri dari Kertabumi I (Galuh Kertabumi Ciamis ) yang bernama Nyi Mas Ratu Tunjungan Sari. Kertabumi adalah nama sebuah kampung dari kakek buyut Singaperbangsa (Kertabumi I). Singaperbangsa wafat pada tahun1677 M.
  2. Makam lain yang terdapat d komplek pemakaman Manggung adalah makam Raden Anom Wirasuta. Beliau adalah bupati ke-2 Karawang. Raden Anom Wirasuta bergelar Panatayuda I. Masa pemerintahan Panatayuda I adalah Tahun 1677 - 1721 M.
  3. Makam berikutnya adalah makam Bupati ke-3 yang bernama Raden Jaya Negara atau yang bergelar Panatayuda I. Masa pemerintahan Panatayuda II adalah Tahun 1721 - 1731 M.
  4. Makam selanjutnya adalah makam Bupati Karawang ke-4 yang bernama Raden Marta Negara yang bergelar Panatayuda ke-3. Masa pemerintahannya adalah Tahun 1731-1752 M.
  5. Makam selanjunya adalah makam Bupati Karawang ke-5 yang bernama Raden Mochamad Soleh dengan gelar Panatayuda IV. Periode pemerintahannya adalah Tahun 1752 - 1756 M.
  6. Makam berikunya adalah makam Ibu Siti Amsiyah. Ibu Siti Amsyiah adalah seorang Nyi Ratu Pamade (adik dari ibu Singaperbangsa). Nyi Ratu Pamade tersebutlah yang merawat Singaperbangsa dari bayi hingga dewasa.
  7. Makam yang terakhir belum diisi. Sudah banyak bupati yang waktu menjabat berpesan kepada kasepuhan Mangggung agar diberi izin  setelah meninggal untuk dimakamkan dipemakaman Manggung, namum kasepuhan belum mengizinkan.
Di Desa Manggungjaya masih berlaku kearifan lokal yang melarang penduduknya mendirikan rumah dua lantai atau lebih. Walau larangan tersebut tidak tertulis, namun masyarakat tetap mentaati kearifan lokal tersebut. Kearifan lokal  yang melarang penduduknya mendirikan rumah dua lantai atau lebih tidak hanya berlaku untuk Masyarakat Desa Manggungjaya, namun berlaku bagi 3 Desa lainya yaitu: Desa Sumurgede, Desa Tegalurung dan Desa Ciparage. Dulunya sebelum dimekarkan, Tiga Desa tersebut dan Desa Manggungjaya adalah satu desa yang bernama Desa Ciparage. Yang terkenal dari Desa Ciparage adalah ayam jagonya yang handal dalam pertarungan sabung ayam.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More